Tampilkan postingan dengan label Belajar forex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar forex. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Agustus 2010
Cross Hedging
Hedging (Lindung Nilai) berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating tetap sama
Hedging atau Locking istilah ini diambil karena saat kita menggunakan tekhnik ini posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.

Gambar 1 Tampilan Ilustrasi GBP/USD

Gambar 2 Tampilan Ilustrasi EUR/USD
Contoh Kasus
Mr.X memprediksi harga GBP/USD akan naik maka dia membuka posisi Buy dengan harapan harga akan naik.
Oops, ternyata harga turun .......
Mr. X kembali menganalisa dan kesimpulannya: USD memang menguat tapi akan melemah kembali (Harga GBP/USD memang akan turun tapi akan naik kembali)
Dia memutuskan .......
1. Menahan posisi Buy GBP/USDnya (tidak ditutup)
2. Membuka posisi baru Sell EUR/USD (supaya mendapatkan keuntungan saat EUR/USD turun)
Nah perhatikan apa yang terjadi
Misalnya dia membeli 1 lot GBP/USD saat harga 1.9930 dan saat ini harga nya 1.9927, sehingga kerugian 3 point (1.9927 - 1.9930)
Kemudian saat itu juga dia membuka posisi Sell 1 lot EUR/USD saat harga 1.5888.
Nah perhatikan kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9925 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5900
1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9925 - 1.9930 = -5 point (rugi)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5900 - 1.5888 = 2 point (laba)
3. TOTAL Rugi Laba: -5 + 2 = -3point
Bagaimana kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9934 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5881
1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9934 - 1.9930 = 4 point (laba)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5881 - 1.5888 = -7 point (rugi)
3. TOTAL Rugi Laba: 4 + (-7) = -3point
Kesimpulannya: karena arah GBP/USD dan EUR/USD cenderung sama, maka total rugi laba juga akan cenderung berada di -3 point
Kita lanjutkan ke kisah kita kembali nah kemudian harga EUR/USD bergerak ke 1.5880 maka Mr. X segera menutup posisi Sell EUR/USDnya yang dibuka dengan harga 1.5888 sehingga ia profit 8 point
Dan setelah beberapa saat
Sesuai dengan prediksi Mr. X harga GBP/USD kembali naik sampai 1.9936, maka dia menutup posisi Buynya yang dibuka pada harga 1.9930 sehingga ia profit 6 point.
Tips untuk Anda:
1. Cross hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan menghasilkan profit seperti contoh kasus di atas
2. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu searah. Terkadang GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun. Hal ini mungkin terjadi apabila mata uang GBP yang mengalami penguatan dan EUR mengalami penurunan.
3. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu identik. Artinya apabila GPB/USD menguat 5 point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti menguat sebanyak 5 point.
Kelemahan Cross hedging:
Hedging atau Locking istilah ini diambil karena saat kita menggunakan tekhnik ini posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.
Secara logika, hedging ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena berarti kita bermain dengan diri kita sendiri. coba bayangkan pada saat yang sama anda melakukan posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan posisi sell 1 lot pada pasangan GBP/USD. hal ini berarti profit anda di salah satu posisi merupakan kerugian anda pada posisi yang lain. Adapun partner dari belajar forex tidak memperbolehkan hedging. apabila anda melakukan posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan kemudian posisi sell 1 lot pada pasangan GBP/USD, maka hal ini berarti anda menutup posisi anda sendiri.
Berbeda dengan hedging,
CROSS HEDGING berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih serumpun. Maksud serumpun di sini adalah trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang cenderung sama seperti: GBP/USD dengan EUR/USD ; AUD/USD dengan NZD/USD.
CROSS HEDGING berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih serumpun. Maksud serumpun di sini adalah trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang cenderung sama seperti: GBP/USD dengan EUR/USD ; AUD/USD dengan NZD/USD.
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi GBP/USD
Gambar 2 Tampilan Ilustrasi EUR/USD
Contoh Kasus
Mr.X memprediksi harga GBP/USD akan naik maka dia membuka posisi Buy dengan harapan harga akan naik.
Oops, ternyata harga turun .......
Mr. X kembali menganalisa dan kesimpulannya: USD memang menguat tapi akan melemah kembali (Harga GBP/USD memang akan turun tapi akan naik kembali)
Dia memutuskan .......
1. Menahan posisi Buy GBP/USDnya (tidak ditutup)
2. Membuka posisi baru Sell EUR/USD (supaya mendapatkan keuntungan saat EUR/USD turun)
Nah perhatikan apa yang terjadi
Misalnya dia membeli 1 lot GBP/USD saat harga 1.9930 dan saat ini harga nya 1.9927, sehingga kerugian 3 point (1.9927 - 1.9930)
Kemudian saat itu juga dia membuka posisi Sell 1 lot EUR/USD saat harga 1.5888.
Nah perhatikan kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9925 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5900
1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9925 - 1.9930 = -5 point (rugi)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5900 - 1.5888 = 2 point (laba)
3. TOTAL Rugi Laba: -5 + 2 = -3point
Bagaimana kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9934 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5881
1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9934 - 1.9930 = 4 point (laba)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5881 - 1.5888 = -7 point (rugi)
3. TOTAL Rugi Laba: 4 + (-7) = -3point
Kesimpulannya: karena arah GBP/USD dan EUR/USD cenderung sama, maka total rugi laba juga akan cenderung berada di -3 point
Kita lanjutkan ke kisah kita kembali nah kemudian harga EUR/USD bergerak ke 1.5880 maka Mr. X segera menutup posisi Sell EUR/USDnya yang dibuka dengan harga 1.5888 sehingga ia profit 8 point
Dan setelah beberapa saat
Sesuai dengan prediksi Mr. X harga GBP/USD kembali naik sampai 1.9936, maka dia menutup posisi Buynya yang dibuka pada harga 1.9930 sehingga ia profit 6 point.
Tips untuk Anda:
1. Cross hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan menghasilkan profit seperti contoh kasus di atas
2. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu searah. Terkadang GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun. Hal ini mungkin terjadi apabila mata uang GBP yang mengalami penguatan dan EUR mengalami penurunan.
3. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu identik. Artinya apabila GPB/USD menguat 5 point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti menguat sebanyak 5 point.
Kelemahan Cross hedging:
1. Mata uang yang serumpun tidak selalu searah.
2. Kalaupun searah tidak identik. Berikut ini contohnya, misalkan hari ini GBP/USD menguat sebesar 100 poin, EUR/USD juga menguat, tetapi hanya 50 poin. Artinya keduanya sama-sama menguat tapi tidak identik sama (100 poin).
2. Kalaupun searah tidak identik. Berikut ini contohnya, misalkan hari ini GBP/USD menguat sebesar 100 poin, EUR/USD juga menguat, tetapi hanya 50 poin. Artinya keduanya sama-sama menguat tapi tidak identik sama (100 poin).
Memulai Lebih untuk Mendapatkan Lebih
saparti, seperti bisnis lainnya, forex membutuhkan modal untuk dapat berkembang dan menghasilkan profit yang cukup bagi Anda. Kebanyakan pialang menerapkan syarat seminim mungkin untuk siapa pun yang hendak membuka real account melalui mereka. Namun tentu saja Anda dapat memulai dengan modal lebih dari minimum yang diwajibkan oleh pialang.
Dilihat sekilas nampaknya ini adalah hal yang bodoh. Membenamkan sejumlah besar dana untuk sebuah investasi yang mungkin baru Anda kenal.
Forex berbeda dengan investasi lainnya yang mungkin biasa Anda kenal. Dalam forex, investor bersikap aktif dan menentukan sendiri keputusan investasinya secara langsung. Pendeknya, dengan perhitungan yang matang, Anda dapat menentukan aksi beli/ jual Anda sendiri dan membukukan profit disana. Tetapi sebaliknya dengan keputusan yang salah, rugi dapat segera terjadi dalam investasi Anda.
Mari kita lakukan perhitungan sederhana seperti ini:
Pada saat artikel ini dibuat, nilai tukar GBPUSD adalah 2.0100. Itu artinya untuk melakukan pembukaan posisi sebanyak 1 lot pada contract size 10.000 dimana dibutuhkan margin jaminan 1% dari modal yang dibutuhkan, kita memerlukan dana sebesar 2.0110 x 10.000 x 1/100 = 201 Dollar. Untuk membuka posisi baik Buy atau Sell kita membutuhkan 201 Dollar sebagai margin jaminan.
Katakanlah Saya memulai investasi forex Saya dengan modal awal sebesar $250 itu berarti hanya tersisa $250 - $201 = $49 sebagai dana cadangan untuk menahan pergerakan posisi yang berlawanan dengan posisi Saya.
Seandainya posisi Buy diambil pada rate 2.0110. Lalu kemudian dalam beberapa jam GBPUSD turun ke posisi 2.0061 maka posisi Buy Saya sudah habis terkena margin call. Bagi yang belum mengetahui margin call, itu adalah ditutupnya posisi kita secara otomatis oleh sistem dikarenakan kurangnya jaminan kita untuk menahan pergerakan pasar. Sebuah mimpi buruk bagi seorang trader forex.
Dalam kasus ini margin call terjadi karena terlalu minimnya dana yang di miliki untuk mengantisipasi pergerakan mata uang. Ingat bahwa kita tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di masa yang akan datang dengan akurat 100%. Bisa saja setelah harga turun ke titik 2.0061 harga kembali naik sesuai dengan yang Anda harapkan. Dengan demikian pada dasarnya prediksi kita akurat. Hanya saja kita memulai dengan modal yang terlalu kecil.
Dilihat sekilas nampaknya ini adalah hal yang bodoh. Membenamkan sejumlah besar dana untuk sebuah investasi yang mungkin baru Anda kenal.
Forex berbeda dengan investasi lainnya yang mungkin biasa Anda kenal. Dalam forex, investor bersikap aktif dan menentukan sendiri keputusan investasinya secara langsung. Pendeknya, dengan perhitungan yang matang, Anda dapat menentukan aksi beli/ jual Anda sendiri dan membukukan profit disana. Tetapi sebaliknya dengan keputusan yang salah, rugi dapat segera terjadi dalam investasi Anda.
Mari kita lakukan perhitungan sederhana seperti ini:
Pada saat artikel ini dibuat, nilai tukar GBPUSD adalah 2.0100. Itu artinya untuk melakukan pembukaan posisi sebanyak 1 lot pada contract size 10.000 dimana dibutuhkan margin jaminan 1% dari modal yang dibutuhkan, kita memerlukan dana sebesar 2.0110 x 10.000 x 1/100 = 201 Dollar. Untuk membuka posisi baik Buy atau Sell kita membutuhkan 201 Dollar sebagai margin jaminan.
Katakanlah Saya memulai investasi forex Saya dengan modal awal sebesar $250 itu berarti hanya tersisa $250 - $201 = $49 sebagai dana cadangan untuk menahan pergerakan posisi yang berlawanan dengan posisi Saya.
Seandainya posisi Buy diambil pada rate 2.0110. Lalu kemudian dalam beberapa jam GBPUSD turun ke posisi 2.0061 maka posisi Buy Saya sudah habis terkena margin call. Bagi yang belum mengetahui margin call, itu adalah ditutupnya posisi kita secara otomatis oleh sistem dikarenakan kurangnya jaminan kita untuk menahan pergerakan pasar. Sebuah mimpi buruk bagi seorang trader forex.
Dalam kasus ini margin call terjadi karena terlalu minimnya dana yang di miliki untuk mengantisipasi pergerakan mata uang. Ingat bahwa kita tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di masa yang akan datang dengan akurat 100%. Bisa saja setelah harga turun ke titik 2.0061 harga kembali naik sesuai dengan yang Anda harapkan. Dengan demikian pada dasarnya prediksi kita akurat. Hanya saja kita memulai dengan modal yang terlalu kecil.
Perhatikan gambar diatas. Rasanya sudah cukup menjelaskan mengapa kami tidak merekomendasikan memulai investasi forex Anda terlalu minim.
Jika dilihat dari kasus diatas mungkin margin call tidak perlu terjadi seandainya:
- Posisi Buy tidak pada harga 2.0110 tetapi dibawah dari itu. Di 2.0061 misalnya.
- Modal awal saya lebih besar dari $250.
Lalu Berapa Modal MInimum yang Diperlukan?
Pertanyaan ini menyangkut bagaimana tipe trading Anda, maximum drawdown dan seberapa mahir Anda dalam memprediksi pergerakan mata uang. Semakin mahir Anda semakin kecil dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi forex Anda. Perihal bagaimana menentukan tipe trading dan apa itu maximum drawdown, telah ditulis dengan lengkap pada artikel Create a Trading System pada Sekolah Forex.
Namun sederhananya mulailah dengan modal yang cukup. Apabila Anda memutuskan untuk tidak mau memasang Stop Loss dalam bertrading Anda kelak dikarenakan sulitnya menentukan besaran Stop Loss yang tepat dan menghasilkan probabilitas profit yang benar, sah-sah saja. Namun tentu saja siapkan modal yang cukup dan hindari over sizing (membuka posisi terlalu banyak) ketika bertrading.
Dengan 4 lot posisi yang terbuka dalam setiap trading Anda, seharusnya modal sebesar $3000 lebih dari pada cukup. Jika terjadi kesalahan dalam memprediksi pergerakan mata uang, Anda dapat menunggu sampai harga kembali berbalik arah dan target profit tercapai.
Apa yang Belajar Forex dapat Berikan Jika Anda Membuka Real Trading Sebesar $3000?
Tentu saja dengan menyarankan pembukaan margin sebesar $3000 kami juga bertanggung jawab terhadap progress trading Anda. Belajar Forex memberikan berbagai fasilitas menarik bagi Anda yang bertrading dengan modal awal minimum sebesar $3000. Bukan saja membantu mengamankan trading Anda sendiri namun juga berbagai dukungan dapat Anda peroleh. Diantaranya adalah:
- Bonus Forex Premium CD atau Belajar Forex Education Journal seharga Rp 700.000 yang akan kami kirimkan langsung ke alamat Anda. Anda tidak perlu membayar apa pun untuk mendapatkannya.
- Asistensi trading langsung ke email Anda untuk setiap suggest pembukaan posisi yang diprediksi menguntungkan.
- First class administration process
- Gratis satu kali one on one private training di Jakarta
- Berbagai program edukasi dan asistensi lainnya yang akan ditambahkan dari waktu ke waktu.
| Above The Market | Perintah untuk menjual sekuritas atau surat berharga di atas harga pasar saat itu. |
| Acceleration Theory | Teori yang mengatakan bahwa perubahan pada tingkat konsumsi akan mengakibatkan perubahan yang bahkan lebih besar pada jumlah pembelian dan tingkat produksi. Tindakan ini dilihat sebagai salah satu bentuk pendorong inflasi. |
| Acceptance | Persetujuan untuk membeli atau menjual sekuritas/kontrak mata uang tertentu pada tanggal tertentu dan dengan harga tertentu dimasa depan. |
| Account | Semua catatan pembukuan yang menyangkut berbagai transaksi seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating loss/profit dan nilai buku riil. |
| Account Balance | Selisih antara debit dan kredit dalam suatu rekening. Bila debitnya lebih besar dari kredit, maka rekening tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain disebut defisit. Sedangkan sebaliknya disebut surplus. |
| Account Executive | Seorang karyawan dari perusahaan pialang/dealer suatu perusahaan pialang saham/valas, disingkat AE. AE padat mengajukan order beli atau jual terhadap sekuritas/mata uang, dan diijinkan mengelola rekening klien. Di negara-negara yang sudah maju, jabatan AE harus memiliki izin/sertifikasi dari badan bursa nasiobal setempat. |
| Account Statement | Laporan berkala yang menjelaskan status dari berbagai transaksi beli/jual sekuritas/kontrak mata uang seorang nasabah. |
| Accounting Rate of Return | Tingkat laba akuntansi. Laba yang dihasilkan selama suatu periode akuntansi dibagi dengan jumlah uang yang diinvestasikan selama periode yang sama. |
| Analisa Fundamental | Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang. |
| Analisa Teknikal | Sebuah upaya peninjaulan atau analisis harga sebuah mata uang dengan mempergunakan data statistik seperti harga yang telah terjadi, harga rata-rata, volume, dan lain-lain. |
| Apresiasi | Penguatan sebuah mata uang atau saham, dari akibat respon positif atau deman yang lebih tinggi dari partisipan pasar. |
| Arbitrage | Pembelian atau penjualan saham/valuta asing/longam mulia/obligasi/atau komuditas lain dari satu pasar ke pasar lainnya yang terpisah tetapi berhubungan. Peluang arbitrage muncul saat dua perusahaan berencana melakukan merger atau ketika suatu kontrak mata uang ditransaksikan di lain jenis pasar, agar didapat keseimbangan nilai atau selisih kurs spot lewat cross rate. |
| Arbitrage Bond | Obligasi-obligasi minisipal yang diterbitkan dengan tujuan untuk mendanai ulang obligasi berbunga lebih tinggi sebelum obligasi ini boleh ditebus. Untuk mendapatkan keuntungan suku bugan, dana hasil penerbitan baru diinvestasikandalam sekutiras-sekuritas surat utang tertentu sampai tanggal penebusan tiba. |
| Arithmatic Investing | Metode investasi yang mengurangi resiko yang dihadapi investor dengan cara mengestimasi tingkat keuntungan sepanjang peroide waktu tertentu. |
| Around | Beberpa poin diatas atau dibawah harga target (harga par). Misalnya, ketika mengkuotasikan premium atau harga spot yang ingin dibeli/jual. Istilah three-three around berarti 3 poin dibawah atau diatas harga yang diinginkan (par). |
Langganan:
Postingan (Atom)