Tampilkan postingan dengan label Technikal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technikal. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Agustus 2010
Foreign Exchange (forex) atau dikenal sebagai valuta asing (valas) merupakan salah satu pilihan investasi yang berkembang di Indonesia saat ini. Forex Trading adalah transaksi perdagangan nilai tukar mata uang asing di pasar uang internasional. Pasar forex merupakan pasar uang terbesar di dunia.
Yang melakukan transaksi di pasar forex adalah: pemerintah-pemerintah di dunia, bank-bank utama dunia, perusahaan bertaraf internasional, hedge fund, spekulan valas maupun individu. Sehingga dengan banyaknya pemain di pasar forex ini menyebabkan perputaran uang menjadi sangat cepat. Transaksi yang terjadi lebih dari 1,9 triliun US dollar setiap hari sehingga membuat uang dapat berpindah tangan dari satu tempat ke tempat lain hanya dalam beberapa detik. "
Sabtu, 14 Agustus 2010

Cross Hedging

Hedging (Lindung Nilai) berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan sehingga meskipun harga naik atau turun nilai floating tetap sama 
Hedging atau Locking istilah ini diambil karena saat kita menggunakan tekhnik ini posisi kita terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian selalu bergerak beriringan.



Secara logika, hedging ini sebenarnya tidak diperbolehkan karena berarti kita bermain dengan diri kita sendiri. coba bayangkan pada saat yang sama anda melakukan posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan posisi sell 1 lot pada pasangan GBP/USD. hal ini berarti profit anda di salah satu posisi merupakan kerugian anda pada posisi yang lain. Adapun partner dari belajar forex tidak memperbolehkan hedging. apabila anda melakukan posisi buy 1 lot pada pasangan GBP/USD dan kemudian posisi sell 1 lot pada pasangan GBP/USD, maka hal ini berarti anda menutup posisi anda sendiri.
Berbeda dengan hedging,
CROSS HEDGING
berarti kita membuka dua posisi yang berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda akan tetapi masih serumpun. Maksud serumpun di sini adalah trend pergerakan dari kedua pasangan mata uang cenderung sama seperti: GBP/USD dengan EUR/USD ; AUD/USD dengan NZD/USD.
 


 
crosshedginggpb.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi GBP/USD
 
 
crosshedgingeur.gif
Gambar 2 Tampilan Ilustrasi EUR/USD

Contoh Kasus

Mr.X memprediksi harga GBP/USD akan naik maka dia membuka posisi Buy dengan harapan harga akan naik.

Oops, ternyata harga turun .......

Mr. X kembali menganalisa dan kesimpulannya: USD memang menguat tapi akan melemah kembali (Harga GBP/USD memang akan turun tapi akan naik kembali)

Dia memutuskan .......

1. Menahan posisi Buy GBP/USDnya (tidak ditutup)
2. Membuka posisi baru Sell EUR/USD (supaya mendapatkan keuntungan saat EUR/USD turun)

Nah perhatikan apa yang terjadi

Misalnya dia membeli 1 lot GBP/USD saat harga 1.9930 dan saat ini harga nya 1.9927, sehingga kerugian 3 point (1.9927 - 1.9930)

Kemudian saat itu juga dia membuka posisi Sell 1 lot EUR/USD saat harga 1.5888.

Nah perhatikan kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9925 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5900

1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9925 - 1.9930 = -5 point (rugi)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5900 - 1.5888 = 2 point (laba)
3. TOTAL Rugi Laba: -5 + 2 = -3point

Bagaimana kalau harga GBP/USD bergerak ke 1.9934 dan harga EUR/USD bergerak ke 1.5881

1. Posisi Buy GBP/USD: 1.9934 - 1.9930 = 4 point (laba)
2. Posisi Sell EUR/USD: 1.5881 - 1.5888 = -7 point (rugi)
3. TOTAL Rugi Laba: 4 + (-7) = -3point

Kesimpulannya: karena arah GBP/USD dan EUR/USD cenderung sama, maka total rugi laba juga akan cenderung berada di -3 point

Kita lanjutkan ke kisah kita kembali nah kemudian harga EUR/USD bergerak ke 1.5880 maka Mr. X segera menutup posisi Sell EUR/USDnya yang dibuka dengan harga 1.5888 sehingga ia profit 8 point

Dan setelah beberapa saat

Sesuai dengan prediksi Mr. X harga GBP/USD kembali naik sampai 1.9936, maka dia menutup posisi Buynya yang dibuka pada harga 1.9930 sehingga ia profit 6 point.

Tips untuk Anda:

1. Cross hedging dapat digunakan untuk menganalisa dan menghasilkan profit seperti contoh kasus di atas
2. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu searah. Terkadang GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun. Hal ini mungkin terjadi apabila mata uang GBP yang mengalami penguatan dan EUR mengalami penurunan.
3. Pergerakan pasangan mata uang yang serumpun tidak selalu identik. Artinya apabila GPB/USD menguat 5 point, tidak berarti bahwa EUR/USD juga pasti menguat sebanyak 5 point.

Kelemahan Cross hedging:
1. Mata uang yang serumpun tidak selalu searah.
2. Kalaupun searah tidak identik. Berikut ini contohnya, misalkan hari ini GBP/USD menguat sebesar 100 poin, EUR/USD juga menguat, tetapi hanya 50 poin. Artinya keduanya sama-sama menguat tapi tidak identik sama (100 poin).
 



veraging

Averaging adalah membuka lagi posisi baru sesuai dengan posisi lama meskipun saat ini harga bergerak berlawanan dengan keyakinan harga saat ini akan mengikuti sesuai dengan prediksi kita.
Averaging diambil saat kita yakin bahwa perubahan harga yang berlawanan dengan yang posisi yang dimiliki akan kembali berbalik sesuai prediksi semula dengan mengambil posisi baru yang searah
Contoh Kasus:

Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy.

Tidak lama kemudia harga bergerak naik, dan Mr. X pun melanjutkan analisanya dan menyimpulkan bahwa harga naik lebih jauh lagi.

Dia memutuskan .....

Membuka Posisi Buy Baru lagi sehingga posisi harga buy yang dimiliki Mr. X sekarang merupakan rata-rata dari posisi buy I dan posisi buy II

Setelah beberapa saat dan melakukan analisa yang matang, kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut sehingga pada akhirnya Mr. X pun mendapatkan profit
 
averaging.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustrasi Averaging
 
DETAIL KASUS:

Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1,8850 dengan jumlah 1 lot. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1,8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825.

Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1,8825 dengan jumlah 1 lot. Dia juga memasang Stop Loss di 1,8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1,8900. Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka : Diketahui bahwa Pip Value saat itu sebesar Rp 9200 dan komisi per lot sebesar Rp 50.000.

Posisi I :
Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}
Profit/Loss = 1 x {((1,8900 - 1.8850) x 9200) - 50000}
Profit = 1 x { Rp 460.000 - Rp 50.000}
Profit Posisi I = Rp 410.000,-

Posisi II :

Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}
Profit/Loss = 1 x {((1,8900 - 1.8825) x 9200) - 50000}
Profit = 1 x { Rp 690.000 - Rp 50.000}
Profit Posisi II = Rp 640.000,-

Jumlah Profit untuk kedua posisi : Rp 410.000 + Rp 640.000 = Rp 1.050.000,-
 

Switching

Switching adalah melakukan pergantian arah dengan menutup posisi kita (cut loss) yang sedang merugi karena harga bergerak berlawanan dengan prediksi kita kemudian membuka posisi baru mengikuti harga yang bergerak berlawanan tersebut dengan harapan, keuntungan posisi yang kedua akan lebih besar dari posisi pertama yang sudah Cut Loss.  
CONTOH KASUS

Mr. X memperkirakan harga akan NAIK dari 1.2000 ke 1.3000

Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) sekarang di harga 1.2000 dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi / mahal dan mendapat selisih Keuntungan.

Tapi ternyata bukannya naik harganya, malah sebaliknya TURUN ke 1.1700!

Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH, harga menurut Mr. X bukannya akan naik ke 1.3000 tapi akan turun ke 1.1000.

Jadi apa yang harus dia lakukan ?

Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian dan lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang, Dia memutuskan ........

Menutup posisi Buy nya yang sekarang merugi (Buy 1.2000, close di 1.1700) dan kemudian membuka posisi baru Sell di 1.1700 (dengan harapan harga akan turun ke 1.1000).

Dan ternyata harga terus turun ke 1.1000 sehingga dia mengalami keuntungan 700 point (1.1700 - 1.1000) yang lebih besar dari kerugian yang pada posisi pertama yang ditutup sebelumnya sebesar -300 point (1.1700 - 1.2000).

Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan sebesar 700 - 300 = 400 point. 
TIPS UNTUK ANDA:

- Lakukan SWITCHING dengan membuka posisi kedua yang berlawanan dengan posisi pertama hanya bila prediksi keuntungan melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.

- Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga
 
switching.gif
gambar 1 Tampilan Ilustrasi SWITCHING

DETAIL KASUS
Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1,8850 dengan jumlah 1 lot.
Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1,8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1,8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1,8825. Diketahui bahwa Pip Value saat itu sebesar Rp 9200 dan biaya komisi per lot sebesar Rp 50.000.

Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}
Profit/Loss = 1 x {((1,8825 - 1.8850) x 9200) - 50000}
Loss = 1 x (( - 25 x 9200)-50000)
Loss = Rp 280.000,-

Setelah Tuan A memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tn. A membuka posisi Sell sebanyak 2 lot pada 1,8820.

Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8750. Tn. A menutup posisinya pada 1,8740. Pip Value yang berlaku sebesar Rp 9200 dan biaya komisi per lot sebesar Rp 50.000,-

Profit / Loss = Jumlah Lot x {((Posisi Close - Posisi Open) x Pip Value) - Biaya Komisi Per Lot}
Profit/Loss = 2 x {((1,8820 - 1.8740) x 9200) - 50000}
Profit = 2 x (( 80 x 9200)-50000)
Profit = 2 x Rp 686.000,- = Rp 1.372.000,-

Laba = Rp 1.372.000 - Rp 280.000 = Rp 1.092.000,- 
 

Technikal, Fundamental, Investasi, , Indicator, Stop Loss dan Limit

Wajib_pasang_stop_lossArtikel singkat ini akan membantu Anda bagaimana menempatkan "pagar" dalam posisi Anda sehingga resiko yang mungkin terjadi dapat dibatasi sejauh kita mau. Begitu juga dengan profit yang diperoleh dapat kita batasi. Alasan mengapa kita membatasi profit disini adalah karena sifat dari mata uang itu sendiri yang sangat volatile/ berfluktuasi sehingga bisa saja posisi kita yang sekarang mengalami keuntungan berubah menjadi merugi karena nila tukar sudah bergerak berbalik arah dari yang kita inginkan.
Sekarang bayangkan apabila Anda seorang karyawan kantoran dan juga berinvestasi dalam forex trading. Katakanlah Anda bertrading pada malam hari dan di siang harinya Anda harus bekerja dan tidak dapat memantau posisi trading Anda. Bagaimana apabila ketika kita tidak sedang memantau posisi trading kita kemudian harga bergerak berlawanan dengan posisi kita bahkan bergerak berlawanan terlalu jauh. Bisa-bisa terjadi margin call (ditutupnya posisi dalam keadaan merugi karena kurangnya margin jaminan). Tentu saja hal ini sangat tidak kita inginkan.
Itulah sebabnya disediakan fasilitas "pagar" atau batas dalam platform forex trading manapun. Gunanya untuk mencegah keadaan yang tidak terprediksi mempengaruhi portfolio trading kita terlalu jauh. Kedua batas yang dimaksud diistilahkan dengan Stop Loss dan Limit.
Stop merupakan batas kerugian yang bersedia kita tanggung sedangkan Limit merupakan batas target keuntungan yang hendak kita ambil.
 



Cut Loss

Cut Loss berarti kita menutup posisi yang merugi karena harga bergerak berlawanan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.  
 
CONTOH KASUS
Mr. X memperkirakan harga akan NAIK dari 1.2000 ke 1.3000

Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) sekarang di harga 1.2000 dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi / mahal dan mendapat selisih Keuntungan.

Tapi ternyata bukannya naik harga, malah sebaliknya TURUN ke 1.1700!

Dan setelah melakukan analisa ulang, Mr. X berkesimpulan bahwa kemungkinan besar harga akan turun lebih jauh lagi, mengakibatkan kerugian yang lebih besar lagi. 
Jadi apa yang harus dia lakukan?

Daripada menderita rugi yang lebih besar lagi, maka Mr. X memutuskan untuk melakukan tutup posisi (melikuidasi) - nah inilah yang disebut cut loss

Tindakan ini mengakibatkan kerugian sebesar 300 point.
 
cut_loss.gif
Gambar 1 Tampilan Ilustasi CUT LOSS
Tips untuk Anda:
  1. Lakukan CUT LOSS apabila setelah analisa ulang, harga akan bergerak terus menerus melawan posisi anda
  2. Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS BENAR, berarti anda sudah mencegah diri dari kerugian yang lebih besar
  3. Kalau ternyata keputusan anda dalam melakukan CUT LOSS SALAH, berarti anda sudah mencegah diri dalam hal mengurangi kerugian saat ini (atau bahkan mencapai profit). Ini berarti harga akan bergerak ke arah ekspektasi awal Anda. 
Apakah Anda trader yang GAGAL apabila melakukan CUT LOSS?

Kalau Anda menjawab ya, Anda SALAH besar. Silahkan pertimbangkan hal berikut ini:
"Merrill Lynch & Co., the third- biggest U.S. securities firm, reported a wider-than-forecast quarterly loss as the credit contraction saddled the company with $9.7 billion of writedowns.." (Merrill Lynch & Co., perusahaan sekuritas ketiga terbesar di US melaporkan kerugian mereka lebih besar dari yang diprediksikan sebesar $9.7 milyar). Sumber: Bloomberg
Sebenarnya apa yang menjadi dasar, mengapa sampai perusahaan seperti Merrill Lynch & Co juga melakukan CUT LOSS bahkan mengumumkan jumlahnya secara detail?

Ini karena masih ada TRADING SESSION yang lain. Tidak menjadi masalah Merrill Lynch & Co menderita kerugian $9.7 milyar dollar karena pihak mereka masih melihat hari esok lebih cerah. Kesempatan profit yang mereka analisa di masa depan bisa lebih besar dibandingkan kerugian saat ini. Masih ada waktu lain agar Anda dapat meraih profit yang jauh lebih besar. Melepaskan 1 analisa yang salah/keliru adalah sangat disarankan untuk dapat melakukan trading secara lebih baik di masa yang akan datang.

Ibaratnya Anda mundur 1 langkah untuk dapat maju 10 langkah. 

Memulai Lebih untuk Mendapatkan Lebih

saparti, seperti bisnis lainnya, forex membutuhkan modal untuk dapat berkembang dan menghasilkan profit yang cukup bagi Anda. Kebanyakan pialang menerapkan syarat seminim mungkin untuk siapa pun yang hendak membuka real account melalui mereka. Namun tentu saja Anda dapat memulai dengan modal lebih dari minimum yang diwajibkan oleh pialang.

Dilihat sekilas nampaknya ini adalah hal yang bodoh. Membenamkan sejumlah besar dana untuk sebuah investasi yang mungkin baru Anda kenal.

Forex berbeda dengan investasi lainnya yang mungkin biasa Anda kenal. Dalam forex, investor bersikap aktif dan menentukan sendiri keputusan investasinya secara langsung. Pendeknya, dengan perhitungan yang matang, Anda dapat menentukan aksi beli/ jual Anda sendiri dan membukukan profit disana. Tetapi sebaliknya dengan keputusan yang salah, rugi dapat segera terjadi dalam investasi Anda.

Mari kita lakukan perhitungan sederhana seperti ini:

Pada saat artikel ini dibuat, nilai tukar GBPUSD adalah 2.0100. Itu artinya untuk melakukan pembukaan posisi sebanyak 1 lot pada contract size 10.000 dimana dibutuhkan margin jaminan 1% dari modal yang dibutuhkan, kita memerlukan dana sebesar 2.0110 x 10.000 x 1/100 = 201 Dollar. Untuk membuka posisi baik Buy atau Sell kita membutuhkan 201 Dollar sebagai margin jaminan.

Katakanlah Saya memulai investasi forex Saya dengan modal awal sebesar $250 itu berarti hanya tersisa $250 - $201 = $49 sebagai dana cadangan untuk menahan pergerakan posisi yang berlawanan dengan posisi Saya.

Seandainya posisi Buy diambil pada rate 2.0110. Lalu kemudian dalam beberapa jam GBPUSD turun ke posisi 2.0061 maka posisi Buy Saya sudah habis terkena margin call. Bagi yang belum mengetahui margin call, itu adalah ditutupnya posisi kita secara otomatis oleh sistem dikarenakan kurangnya jaminan kita untuk menahan pergerakan pasar. Sebuah mimpi buruk bagi seorang trader forex.

Dalam kasus ini margin call terjadi karena terlalu minimnya dana yang di miliki untuk mengantisipasi pergerakan mata uang. Ingat bahwa kita tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di masa yang akan datang dengan akurat 100%. Bisa saja setelah harga turun ke titik 2.0061 harga kembali naik sesuai dengan yang Anda harapkan. Dengan demikian pada dasarnya prediksi kita akurat. Hanya saja kita memulai dengan modal yang terlalu kecil.



Perhatikan gambar diatas. Rasanya sudah cukup menjelaskan mengapa kami tidak merekomendasikan memulai investasi forex Anda terlalu minim.

Jika dilihat dari kasus diatas mungkin margin call tidak perlu terjadi seandainya:
  • Posisi Buy tidak pada harga 2.0110 tetapi dibawah dari itu. Di 2.0061 misalnya.
  • Modal awal saya lebih besar dari $250.
Pilihan pertama menuntuk kemampuan analisa yang sangat baik dan skill seorang proficient trader. Apalagi jika Anda adalah pemula. Trader yang kawakan pun tidak mampu mengetahui penurunan harga dengan tepat 100%. Kita bukan peramal bukan?


Lalu Berapa Modal MInimum yang Diperlukan?

Pertanyaan ini menyangkut bagaimana tipe trading Anda, maximum drawdown dan seberapa mahir Anda dalam memprediksi pergerakan mata uang. Semakin mahir Anda semakin kecil dana yang dibutuhkan untuk memulai investasi forex Anda. Perihal bagaimana menentukan tipe trading dan apa itu maximum drawdown, telah ditulis dengan lengkap pada artikel Create a Trading System pada Sekolah Forex.

Namun sederhananya mulailah dengan modal yang cukup. Apabila Anda memutuskan untuk tidak mau memasang Stop Loss dalam bertrading Anda kelak dikarenakan sulitnya menentukan besaran Stop Loss yang tepat dan menghasilkan probabilitas profit yang benar, sah-sah saja. Namun tentu saja siapkan modal yang cukup dan hindari over sizing (membuka posisi terlalu banyak) ketika bertrading.

Dengan 4 lot posisi yang terbuka dalam setiap trading Anda, seharusnya modal sebesar $3000 lebih dari pada cukup. Jika terjadi kesalahan dalam memprediksi pergerakan mata uang, Anda dapat menunggu sampai harga kembali berbalik arah dan target profit tercapai.


Apa yang Belajar Forex dapat Berikan Jika Anda Membuka Real Trading Sebesar $3000?

Tentu saja dengan menyarankan pembukaan margin sebesar $3000 kami juga bertanggung jawab terhadap progress trading Anda. Belajar Forex memberikan berbagai fasilitas menarik bagi Anda yang bertrading dengan modal awal minimum sebesar $3000. Bukan saja membantu mengamankan trading Anda sendiri namun juga berbagai dukungan dapat Anda peroleh. Diantaranya adalah:

  • Bonus Forex Premium CD atau Belajar Forex Education Journal seharga Rp 700.000 yang akan kami kirimkan langsung ke alamat Anda. Anda tidak perlu membayar apa pun untuk mendapatkannya.
  • Asistensi trading langsung ke email Anda untuk setiap suggest pembukaan posisi yang diprediksi menguntungkan.
  • First class administration process
  • Gratis satu kali one on one private training di Jakarta
  • Berbagai program edukasi dan asistensi lainnya yang akan ditambahkan dari waktu ke waktu.
Menarik bukan? Tentu saja Belajar Forex menghargai kepercayaan para customernya. Mereka yang menanamkan lebih berhak mendapatkan lebih. Dengan demikian Anda layak disebut sebagai prestige customer Belajar Forex.


Resiko dan Manajemennya


Seperti telah dijelaskan pada pernyataan tadi, sebuah investasi, apapun jenisnya, memiliki resiko selain juga profit yang diharapkan. Resiko ini berupa kehilangan sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan entah dalam waktu yang lama atau bahkan juga dalam waktu yang singkat. Dalam hitungan hari misalnya.

Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia investasi: sebuah investasi yang menjanjikan return besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang sama besarnya dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya, jika Anda mencari investasi dengan resiko kecil, biasanya return yang ditawarkan juga kecil.

Hal ini perlu dipahami mengingat tidak semua orang memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang yang bertipe risk lover dengan alasan return yang dijanjikan juga besar. Sebaliknya, ada juga yang lebih mengutamakan keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko seminimal mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa disebut risk averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya. Itu kembali kepada karakter pribadi masing-masing investor.

Beberapa contoh investasi yang memiliki resiko kecil di pasar finansial diantaranya deposito, reksadana terproteksi, Surat Utang Negara, dan tabungan. Yang bersifat high risk diantaranya adalah Saham dan produk bursa berjangka.

Bagaimana dengan forex trading? Karena tergolong sebagai produk investasi burasa berjangka (index, komoditi dan forex), maka forex trading tergolong investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.
{mospagebreak}
Beberapa faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai investasi pada forex trading :

• Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
• Arus dana sangat cepat (very liquid)
• Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang
bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%.

Pernah diadakan sebuah pooling yang diadakan oleh salah satu forum forex terkenal di dunia, Moneytec. Pooling tersebut ditujukan kepada para trader yang masih aktif bertrading. Pertanyaan pada pooling tersebut hanya satu: Selama mereka aktif bertrading apakah mereka mengalami keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian? Hasilnya 60 persen mengaku bahwa jika ditotal-total, mereka masih mengalami kerugian dalam bertrading.Sisanya 40% telah berhasil mengembangkan investasinya dari 10% hingga 400% perbulannya! Namun yang menyedihkan dari 60% yang mengalami kerugian/ loss, 90% diantaranya adalahj para pendatang baru!

Itu sebabnya BelajarForex hadir ke hadapan Anda. Isi dari website ini memang ditujukan bagi mereka yang merasa pengetahuan forex tradingnya masih minim dan masih perlu belajar lebih banyak.

Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak. Itu mimpi! Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading. Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kit harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah ya. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus memperbaiki dirinya.
{mospagebreak}
Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:

1. Cut loss: Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss
digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

2. Switching : Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.
Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.
{mospagebreak}

3. Averaging : Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata
bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengatahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Kisah Pak Amir

Setelah berkenalan dan berbasa basi sejenak pak Amir menanyakan bagaimana caranya menganalisa pergerakan harga pada Index Hangseng. Karena Index merupakan sepupu forex, sedikit banyak saya dapat menjelaskannya. Terutama dari sisi analisa teknikal memang mirip sekali. Kalau sisi fundamentalnya memang Saya katakan terus terang bahwa Saya tidak terlalu mahir dalam fundamental index. Setahu Saya pergerakan Hangseng dan banyak bursa utama dunia lebih mengikuti pergerakan Dow Jones dan Nasdaq (mohon dikoreksi kalau dikeliru). Seperti sebagian besar penanya yang menghubungi Saya, pak Amir pun ingin tahu bagaimana jalan singkatnya untuk dapat mengerti karena semakin Saya jelaskan nampaknya semakin membingungkan. Ya memang kalau mengerti separuh pasti bingung. Bagaimana mungkin mengerti analisa teknikal dan fundamental hanya dalam pembicaraan beberapa menit saja? Wong training yang 2 x 2 jam saja pesertanya masih banyak yang keblinger kok hehehe.
Obrolan berlanjut. Karena beliau semakin dalam bertanya perihal analisa akhirnya saya tergelitik ingin mengetahui apakah Pak Amir ini memang sudah main real account atau baru sekedar latihan. Well, rupanya sudah. Pantas bertanyanya semangat hahaha. Saya tanyakan bertrading di pialang mana, beliau menjawab pada pialang A (rahasia dong masak dikasih tahu sih). Rupanya pialang resmi. Untunglah. Setidaknya sudah melewati saringan pertama saya. Seperti biasa, hal pertama yang saya tanyakan kalau ada yang berkonsultasi pasti apakah bertrading pada pialang terdaftar atau tidak.
Setelah berbicara ini itu yang terus terang saya lupa apa saja detailnya, saya menanyakan lebih lanjut bagaimana sejauh ini trading beliau. Untungkah atau justru sebaliknya babak belur? Rupanya pilihan kedua sebagai jawaban pertanyaan saya tersebut. Beliau mengeluhkan bahwa dia sama sekali tidak mengerti apa yang dibuat oleh tradernya selama ini. Setelah dibujuk sana sini dan akhirnya berinvestasi sebesar 100 Juta Rupiah akhirnya dia tertarik untuk invest. Si marketing merangkap sebagai trader. Sampai disini saya hampir bisa menebak kisah selanjutnya.
Tidak perlu panjang lebar, pak Amir menjelaskan bahwa uangnya yang tadinya sebesar 100 Juta tersebut kini tinggal tersisa 20 Juta saja karena ter-floating loss. Dan dalam keadaan terdesak tersebut pak Amir lagi-lagi terpaksa melakukan penambahan dana untuk menutupi kerugiannya. Total sudah mencapai 40 Juta untuk melakukan injection. Pada mulanya sih beliau enggan, tapi berhubung tidak mengerti sama sekali bagaimana bertrading index, dan pastinya kalah argumen dengan si marketing, pak Amir tidak dapat berbuat apa-apa. Setuju-setuju saja dan cuma sanggup berkeluh kesah dalam hati (dan kepada saya juga keluh kesah ini sampai).
Saya bertanya lebih lanjut: “Sebelum bertrading real, apa Bapak sudah pernah mencoba demo accountnya?” Jawabannya belum. Heran juga ada yang berani membenamkan uang dalam jumlah besar tanpa mencoba terlebih dahulu. Tapi yang lebih herannya lagi adalah apa saja yang diperbuat oleh si marketing sampai nasabahnya tidak mengetahui apa yang dia lakukan?
Dan sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam lagi, ini adalah aksi pembodohan masyarakat. Maraknya penipuan dan kegiatan pemasaran yang tidak sehat seperti ini mengakibatkan banyak yang memiliki persepsi bahwa perdagangan berjangka seperti forex, index dan komoditi adalah sarang penipu dan tidak ada yang untung didalamnya. Mulai dari perusahaan-perusahaan yang menjanjikan fix income dengan memutar di pasar forex sampai teknik pemasaran model marketing-nya pak Amir tadi. Mereka yang berkelakuan seperti ini memanfaatkan kelemahan masyarakat Indonesia yang not well educated dalam dunia investasi sekaligus sangat mudah tergiur oleh iming-iming untung besar dalam sekejap mata.

Fix Income 20% Sebulan? Mimpi!
Kalau mau dipikir sederhana, perusahaan-perusahaan yang menawarkan fix income puluhan persen per bulan itu pun tidak masuk akal kok. Kalau memang dia mampu mengembangkan dananya dan memberikan income minimum sebesar 20% tiap bulan mengapa tidak pinjam uang sendiri saja di Bank dan kemudian mentradingkannya? Kenapa harus pakai uang orang sehingga keuntungan trading berkurang? Belum lagi masalah legalitas. Yang namanya perusahaan penghimpun dana masyarakat itu harus memiliki izin dari regulator pemerintah diatasnya. Tidak bisa sekedar izin PT dan dari notaris saja. Bank ada BI sebagai regulator, sekuritas ada Bappepam, futures ada Bappebti kalau di Indonesia. Nah kalau tidak ada izin seperti ini ya ilegal namanya. Mau pakai izin notaris segunung pun tetap saja tidak legal.
Bahkan kalau pun Anda ikut dan memperoleh bunganya sampai titik impas (BEP), kemungkinan besar cuma sekedar gali lubang tutup lubang. Satu tahun lalu saat salah satu perusahaan investasi fix income forex model begini lagi hot-hotnya, Belajar Forex juga ditawarkan untuk menjadi marketing mereka. Nama perusahaannya berinisial GS (ya tahu sama tahu lah GS itu singkatan apa). Mereka tahu bahwa Belajar Forex memiliki basis pelanggan yang kuat dan loyal pada kami. Namun kami tolak dengan halus. Bukan tidak mau duit, terus terang kalau kami pasarkan pasti peminatnya banyak. Tapi ini bukan jalan yang seharusnya. Memang siapa sih key person dibalik perusahaan fix income seperti ini?
Sekedar tahu saja, di US tahun 90 an ada perusahaan sejenis bernama LTCM (Long Term Capital Management) yang diawaki oleh para ahli-ahli keuangan jenius dan pemenang nobel. Itu pun dengan skema fix income yang lebih konservatif. Dana kelolaan mereka sudah mencapai 125 Milyar Dollar (silakan hitung sendiri ada berapa angka nol nya). Hasilnya? Tetap saja bankrut. Nah kalau yang pemegang nobel saja tidak bisa apalagi key person yang belum dikenal sama sekali reputasinya. Bukan karena trading itu tidak bisa profit tapi karena skema seperti ini cacat. Kalau hanya private investment fund mungkin bisa (seperti yang banyak dilakukan para konglomerat dengan hedge fund mereka). Tapi kalau open public? Wah rasanya itu mustahil. Wong Gorge Soros saja yang buka Quantum Fund bisa tutup apalagi ecek-ecek begini.
Singkatnya Belajar Forex menolak tawaran mereka. Terbukti tidak sampai satu tahun perusahaan ini kolaps dan menyisakan begitu banyak sakit hati member yang duitnya belum terbayar. Sudahlah kalau suatu hari Anda diberikan brosur fix income oleh perusahaan mana pun yang bunganya muluk-muluk seperti itu, masukkan saja ke tong sampah! Lupakan cara kaya dengan ongkang-ongkang kaki.

Marketing vs Professional Trader
Nah kembali ke kisahnya pak Amir. Memang kesalahan tetap ada di pihak pak Amir. Bagaimana pun adalah keputusan kita kemana kita hendak membenamkan dana kita untuk berinvestasi. Namun yang saya perhatikan bukan pak Amirnya. Ok pak Amir memang kurang edukasi dan harus belajar lebih jauh (langkahnya sudah benar pak, membaca buku FOT J ). Tapi yang tidak habis pikir adalah tega sekali marketingnya! Bagaimana pun marketing itu mengincar komisi perlot dari setiap transaksi. Nah kalau yang melakukan transaksi juga marketingnya, tentu saja marketing tidak peduli profit atau tidak yang penting ada transaksi sehingga komisi jalan terus. Jadi conflict of interest. Belum lagi dari obrolan kami sepertinya pak Amir tidak mengerti resiko yang terkandung dalam investasi berjangka.
Kalau dari 100 Juta tinggal tersisa 20 Juta, kemana margin yang lain? Dari sana pun ketahuan tradingnya tidak sehat. Manajemen resiko tidak jalan. Jangan-jangan si marketing yang mengaku trader profesional tadi baru direkrut tiga bulan dan disuruh mencari nasabah lalu mentradingkan uang mereka! Masih mending trading sendiri walaupun loss kalau begitu mah. Masih ada puasnya.
Lalu apa solusi saya untuk pak Amir? Jawaban saya tetap sama seperti kepada mereka yang bertanya sebelum pak Amir, belajar sendiri! Memang susah sih memahami analisa futures itu, tapi bisa kok. Saya menghabiskan waktu 6 bulan hanya untuk sekedar mengerti platform forex trading. Belajar analisa 1 tahun. Main real account setelah 2 tahun belajar. Tapi itu investasi saya sebelum saya main uang betulan. Saya investasi waktu dan pikiran saya untuk memahami bagaimana market bergerak. Bahkan setelah belajar seperti itu pun pernah kejeblos juga kok. Saya pernah loss sampai 1000 points dalam satu kali transaksi!
Sobat, tidak ada jalan pintas untuk sukses. Anda perlu belajar dan belajar. Belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain. Kalau dahulu saya menghabiskan waktu 2 tahun, itu karena tidak ada mentor sama sekali dan mulai dari nol. Dari tidak tahu sama sekali dan memperhatikan orang lain sampai membuat website BelajarForex.com. Tapi saya menikmati buahnya hari ini. Saya rasa dengan mempelajari seluruh materi pada website Belajar Forex, Anda dapat jauh lebih cepat dari saya. Dalam waktu 2 minggu rasanya sudah bisa kok memahami platform forex (tidak seperti saya yang memang agak-agak telat mikir).
Bagi Anda yang memimpikan lepas dari kuadran E & S nya Robert Kiyosaki, Saya katakan hal itu mungkin (meski saya juga bingung kalau sudah lepas dan tidak perlu bekerja lantas mau ngapain?). Tapi Anda perlu memahami bahwa kuncinya ada pada financial literacy alias melek finansial. Anda tidak bisa berinvestasi kalau Anda tidak tahu apa yang sedang Anda kerjakan. Ingat salah satu penyebab pada mulanya perdagangan berjangka hanya untuk orang-orang kaya adalah untuk menghindari para awam mengalami kerugian besar akibat tidak memahami resiko investasi ini. Dalam bahasanya Rich Dad adalah untuk menghindari mereka dari diri mereka sendiri.

Akhir Obrolan
Fiuh saya kira hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menuliskannya. Tenyata perlu beberapa jam untuk menulisnya. Ok, mari kita sarikan obrolan warung kopi kita:
1. Jangan pernah mempercayakan dana Anda dikelola oleh marketing Anda. Marketing kejar lot dan Anda kejar profit. Ini bertentangan.
2. Jangan pernah mencoba fix income pada perusahaan tanpa lembaga regulator yang mengiming-imingi fix income. Ini seperti memetik kurma diatas bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
3. Sebelum menginvestasikan uang Anda, investasikan waktu dan pikiran Anda untuk mengerti trading dengan benar. Tidak ada pengganti dari kerja keras dan belajar. Pahami profil resiko dan legalitas sebelum investasi.
4. Bisa profit di dunia berjangka itu sungguh benar dan ada. Tetaplah semangat. Kuatkan tekad Anda dan jangan menyerah!

Nah nasehat terakhir saya apabila Anda sepakat bahwa belajar adalah satu-satunya jalan terbaik untuk sukses dalam bertrading, Anda dapat mengikuti Sekolah Forex kami. Gratis kok.Kalau tidak mau ya tidak apa-apa. Tapi kalau Anda mau, klik disini.
 
Above The Market
Perintah untuk menjual sekuritas atau surat berharga di atas harga pasar saat itu.
Acceleration Theory
Teori yang mengatakan bahwa perubahan pada tingkat konsumsi akan mengakibatkan perubahan yang bahkan lebih besar pada jumlah pembelian dan tingkat produksi. Tindakan ini dilihat sebagai salah satu bentuk pendorong inflasi.
Acceptance
Persetujuan untuk membeli atau menjual sekuritas/kontrak mata uang tertentu pada tanggal tertentu dan dengan harga tertentu dimasa depan.
Account
Semua catatan pembukuan yang menyangkut berbagai transaksi seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating loss/profit dan nilai buku riil.
Account Balance
Selisih antara debit dan kredit dalam suatu rekening. Bila debitnya lebih besar dari kredit, maka rekening tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain disebut defisit. Sedangkan sebaliknya disebut surplus.
Account Executive
Seorang karyawan dari perusahaan pialang/dealer suatu perusahaan pialang saham/valas, disingkat AE. AE padat mengajukan order beli atau jual terhadap sekuritas/mata uang, dan diijinkan mengelola rekening klien. Di negara-negara yang sudah maju, jabatan AE harus memiliki izin/sertifikasi dari badan bursa nasiobal setempat.
Account Statement
Laporan berkala yang menjelaskan status dari berbagai transaksi beli/jual sekuritas/kontrak mata uang seorang nasabah.
Accounting Rate of Return
Tingkat laba akuntansi. Laba yang dihasilkan selama suatu periode akuntansi dibagi dengan jumlah uang yang diinvestasikan selama periode yang sama.
Analisa Fundamental
Analisa ekonomi dan politik dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Analisa Teknikal
Sebuah upaya peninjaulan atau analisis harga sebuah mata uang dengan mempergunakan data statistik seperti harga yang telah terjadi, harga rata-rata, volume, dan lain-lain.
Apresiasi
Penguatan sebuah mata uang atau saham, dari akibat respon positif atau deman yang lebih tinggi dari partisipan pasar.
Arbitrage
Pembelian atau penjualan saham/valuta asing/longam mulia/obligasi/atau komuditas lain dari satu pasar ke pasar lainnya yang terpisah tetapi berhubungan. Peluang arbitrage muncul saat dua perusahaan berencana melakukan merger atau ketika suatu kontrak mata uang ditransaksikan di lain jenis pasar, agar didapat keseimbangan nilai atau selisih kurs spot lewat cross rate.
Arbitrage Bond
Obligasi-obligasi minisipal yang diterbitkan dengan tujuan untuk mendanai ulang obligasi berbunga lebih tinggi sebelum obligasi ini boleh ditebus. Untuk mendapatkan keuntungan suku bugan, dana hasil penerbitan baru diinvestasikandalam sekutiras-sekuritas surat utang tertentu sampai tanggal penebusan tiba.
Arithmatic Investing
Metode investasi yang mengurangi resiko yang dihadapi investor dengan cara mengestimasi tingkat keuntungan sepanjang peroide waktu tertentu.
Around
Beberpa poin diatas atau dibawah harga target (harga par). Misalnya, ketika mengkuotasikan premium atau harga spot yang ingin dibeli/jual. Istilah three-three around berarti 3 poin dibawah atau diatas harga yang diinginkan (par).

Referensi

Google Website Translator Gadget


ShoutMix chat widget
Diberdayakan oleh Blogger.

Invest Now!!


Sekarang Jam

Comment please