Tampilkan postingan dengan label Zero resiko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zero resiko. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Agustus 2010
Foreign Exchange (forex) atau dikenal sebagai valuta asing (valas) merupakan salah satu pilihan investasi yang berkembang di Indonesia saat ini. Forex Trading adalah transaksi perdagangan nilai tukar mata uang asing di pasar uang internasional. Pasar forex merupakan pasar uang terbesar di dunia.
Yang melakukan transaksi di pasar forex adalah: pemerintah-pemerintah di dunia, bank-bank utama dunia, perusahaan bertaraf internasional, hedge fund, spekulan valas maupun individu. Sehingga dengan banyaknya pemain di pasar forex ini menyebabkan perputaran uang menjadi sangat cepat. Transaksi yang terjadi lebih dari 1,9 triliun US dollar setiap hari sehingga membuat uang dapat berpindah tangan dari satu tempat ke tempat lain hanya dalam beberapa detik. "
Sabtu, 14 Agustus 2010
Resiko dan Manajemennya
Seperti telah dijelaskan pada pernyataan tadi, sebuah investasi, apapun jenisnya, memiliki resiko selain juga profit yang diharapkan. Resiko ini berupa kehilangan sebagian atau seluruh dana yang kita investasikan entah dalam waktu yang lama atau bahkan juga dalam waktu yang singkat. Dalam hitungan hari misalnya.
Ada sebuah hukum yang berlaku secara umum dalam dunia investasi: sebuah investasi yang menjanjikan return besar, maka investasi tersebut memiliki resiko yang sama besarnya dengan return yang dijanjikan. Sebaliknya, jika Anda mencari investasi dengan resiko kecil, biasanya return yang ditawarkan juga kecil.
Hal ini perlu dipahami mengingat tidak semua orang memiliki profil investasi yang sama. Ada orang-orang yang bertipe risk lover dengan alasan return yang dijanjikan juga besar. Sebaliknya, ada juga yang lebih mengutamakan keamanan dananya dan mencari investasi dengan resiko seminimal mungkin dengan konsekuensi return yang dihasilkan juga kecil. Orang-orang seperti ini biasa disebut risk averter. Tidak ada yang lebih baik satu sama lainnya. Itu kembali kepada karakter pribadi masing-masing investor.
Beberapa contoh investasi yang memiliki resiko kecil di pasar finansial diantaranya deposito, reksadana terproteksi, Surat Utang Negara, dan tabungan. Yang bersifat high risk diantaranya adalah Saham dan produk bursa berjangka.
Bagaimana dengan forex trading? Karena tergolong sebagai produk investasi burasa berjangka (index, komoditi dan forex), maka forex trading tergolong investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.
{mospagebreak}
Beberapa faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai investasi pada forex trading :
• Memiliki kemungkinan kehilangan dana 100%
• Arus dana sangat cepat (very liquid)
• Tidak ada metode trading yang dapat menjamin Anda pasti untung 100%. Ada banyak metode trading yang
bagus namun tidak ada satu pun yang dapat menjamin pasti untung 100%.
Pernah diadakan sebuah pooling yang diadakan oleh salah satu forum forex terkenal di dunia, Moneytec. Pooling tersebut ditujukan kepada para trader yang masih aktif bertrading. Pertanyaan pada pooling tersebut hanya satu: Selama mereka aktif bertrading apakah mereka mengalami keuntungan atau sebaliknya mengalami kerugian? Hasilnya 60 persen mengaku bahwa jika ditotal-total, mereka masih mengalami kerugian dalam bertrading.Sisanya 40% telah berhasil mengembangkan investasinya dari 10% hingga 400% perbulannya! Namun yang menyedihkan dari 60% yang mengalami kerugian/ loss, 90% diantaranya adalahj para pendatang baru!
Itu sebabnya BelajarForex hadir ke hadapan Anda. Isi dari website ini memang ditujukan bagi mereka yang merasa pengetahuan forex tradingnya masih minim dan masih perlu belajar lebih banyak.
Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak. Itu mimpi! Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading. Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kit harapkan.
Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah ya. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus memperbaiki dirinya.
{mospagebreak}
Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:
1. Cut loss: Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss
digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.
Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.
Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.
2. Switching : Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita
membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.
Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.
{mospagebreak}
3. Averaging : Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata
bergerak berlawanan dengan harga pasar.
Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!
Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.
Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengatahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?
Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.
Kisah Pak Amir
Setelah berkenalan dan berbasa basi sejenak pak Amir menanyakan bagaimana caranya menganalisa pergerakan harga pada Index Hangseng. Karena Index merupakan sepupu forex, sedikit banyak saya dapat menjelaskannya. Terutama dari sisi analisa teknikal memang mirip sekali. Kalau sisi fundamentalnya memang Saya katakan terus terang bahwa Saya tidak terlalu mahir dalam fundamental index. Setahu Saya pergerakan Hangseng dan banyak bursa utama dunia lebih mengikuti pergerakan Dow Jones dan Nasdaq (mohon dikoreksi kalau dikeliru). Seperti sebagian besar penanya yang menghubungi Saya, pak Amir pun ingin tahu bagaimana jalan singkatnya untuk dapat mengerti karena semakin Saya jelaskan nampaknya semakin membingungkan. Ya memang kalau mengerti separuh pasti bingung. Bagaimana mungkin mengerti analisa teknikal dan fundamental hanya dalam pembicaraan beberapa menit saja? Wong training yang 2 x 2 jam saja pesertanya masih banyak yang keblinger kok hehehe.
Obrolan berlanjut. Karena beliau semakin dalam bertanya perihal analisa akhirnya saya tergelitik ingin mengetahui apakah Pak Amir ini memang sudah main real account atau baru sekedar latihan. Well, rupanya sudah. Pantas bertanyanya semangat hahaha. Saya tanyakan bertrading di pialang mana, beliau menjawab pada pialang A (rahasia dong masak dikasih tahu sih). Rupanya pialang resmi. Untunglah. Setidaknya sudah melewati saringan pertama saya. Seperti biasa, hal pertama yang saya tanyakan kalau ada yang berkonsultasi pasti apakah bertrading pada pialang terdaftar atau tidak.
Setelah berbicara ini itu yang terus terang saya lupa apa saja detailnya, saya menanyakan lebih lanjut bagaimana sejauh ini trading beliau. Untungkah atau justru sebaliknya babak belur? Rupanya pilihan kedua sebagai jawaban pertanyaan saya tersebut. Beliau mengeluhkan bahwa dia sama sekali tidak mengerti apa yang dibuat oleh tradernya selama ini. Setelah dibujuk sana sini dan akhirnya berinvestasi sebesar 100 Juta Rupiah akhirnya dia tertarik untuk invest. Si marketing merangkap sebagai trader. Sampai disini saya hampir bisa menebak kisah selanjutnya.
Tidak perlu panjang lebar, pak Amir menjelaskan bahwa uangnya yang tadinya sebesar 100 Juta tersebut kini tinggal tersisa 20 Juta saja karena ter-floating loss. Dan dalam keadaan terdesak tersebut pak Amir lagi-lagi terpaksa melakukan penambahan dana untuk menutupi kerugiannya. Total sudah mencapai 40 Juta untuk melakukan injection. Pada mulanya sih beliau enggan, tapi berhubung tidak mengerti sama sekali bagaimana bertrading index, dan pastinya kalah argumen dengan si marketing, pak Amir tidak dapat berbuat apa-apa. Setuju-setuju saja dan cuma sanggup berkeluh kesah dalam hati (dan kepada saya juga keluh kesah ini sampai).
Saya bertanya lebih lanjut: “Sebelum bertrading real, apa Bapak sudah pernah mencoba demo accountnya?” Jawabannya belum. Heran juga ada yang berani membenamkan uang dalam jumlah besar tanpa mencoba terlebih dahulu. Tapi yang lebih herannya lagi adalah apa saja yang diperbuat oleh si marketing sampai nasabahnya tidak mengetahui apa yang dia lakukan?
Dan sebenarnya kalau mau dipikir lebih dalam lagi, ini adalah aksi pembodohan masyarakat. Maraknya penipuan dan kegiatan pemasaran yang tidak sehat seperti ini mengakibatkan banyak yang memiliki persepsi bahwa perdagangan berjangka seperti forex, index dan komoditi adalah sarang penipu dan tidak ada yang untung didalamnya. Mulai dari perusahaan-perusahaan yang menjanjikan fix income dengan memutar di pasar forex sampai teknik pemasaran model marketing-nya pak Amir tadi. Mereka yang berkelakuan seperti ini memanfaatkan kelemahan masyarakat Indonesia yang not well educated dalam dunia investasi sekaligus sangat mudah tergiur oleh iming-iming untung besar dalam sekejap mata.
Fix Income 20% Sebulan? Mimpi!
Kalau mau dipikir sederhana, perusahaan-perusahaan yang menawarkan fix income puluhan persen per bulan itu pun tidak masuk akal kok. Kalau memang dia mampu mengembangkan dananya dan memberikan income minimum sebesar 20% tiap bulan mengapa tidak pinjam uang sendiri saja di Bank dan kemudian mentradingkannya? Kenapa harus pakai uang orang sehingga keuntungan trading berkurang? Belum lagi masalah legalitas. Yang namanya perusahaan penghimpun dana masyarakat itu harus memiliki izin dari regulator pemerintah diatasnya. Tidak bisa sekedar izin PT dan dari notaris saja. Bank ada BI sebagai regulator, sekuritas ada Bappepam, futures ada Bappebti kalau di Indonesia. Nah kalau tidak ada izin seperti ini ya ilegal namanya. Mau pakai izin notaris segunung pun tetap saja tidak legal.
Bahkan kalau pun Anda ikut dan memperoleh bunganya sampai titik impas (BEP), kemungkinan besar cuma sekedar gali lubang tutup lubang. Satu tahun lalu saat salah satu perusahaan investasi fix income forex model begini lagi hot-hotnya, Belajar Forex juga ditawarkan untuk menjadi marketing mereka. Nama perusahaannya berinisial GS (ya tahu sama tahu lah GS itu singkatan apa). Mereka tahu bahwa Belajar Forex memiliki basis pelanggan yang kuat dan loyal pada kami. Namun kami tolak dengan halus. Bukan tidak mau duit, terus terang kalau kami pasarkan pasti peminatnya banyak. Tapi ini bukan jalan yang seharusnya. Memang siapa sih key person dibalik perusahaan fix income seperti ini?
Sekedar tahu saja, di US tahun 90 an ada perusahaan sejenis bernama LTCM (Long Term Capital Management) yang diawaki oleh para ahli-ahli keuangan jenius dan pemenang nobel. Itu pun dengan skema fix income yang lebih konservatif. Dana kelolaan mereka sudah mencapai 125 Milyar Dollar (silakan hitung sendiri ada berapa angka nol nya). Hasilnya? Tetap saja bankrut. Nah kalau yang pemegang nobel saja tidak bisa apalagi key person yang belum dikenal sama sekali reputasinya. Bukan karena trading itu tidak bisa profit tapi karena skema seperti ini cacat. Kalau hanya private investment fund mungkin bisa (seperti yang banyak dilakukan para konglomerat dengan hedge fund mereka). Tapi kalau open public? Wah rasanya itu mustahil. Wong Gorge Soros saja yang buka Quantum Fund bisa tutup apalagi ecek-ecek begini.
Singkatnya Belajar Forex menolak tawaran mereka. Terbukti tidak sampai satu tahun perusahaan ini kolaps dan menyisakan begitu banyak sakit hati member yang duitnya belum terbayar. Sudahlah kalau suatu hari Anda diberikan brosur fix income oleh perusahaan mana pun yang bunganya muluk-muluk seperti itu, masukkan saja ke tong sampah! Lupakan cara kaya dengan ongkang-ongkang kaki.
Marketing vs Professional Trader
Nah kembali ke kisahnya pak Amir. Memang kesalahan tetap ada di pihak pak Amir. Bagaimana pun adalah keputusan kita kemana kita hendak membenamkan dana kita untuk berinvestasi. Namun yang saya perhatikan bukan pak Amirnya. Ok pak Amir memang kurang edukasi dan harus belajar lebih jauh (langkahnya sudah benar pak, membaca buku FOT J ). Tapi yang tidak habis pikir adalah tega sekali marketingnya! Bagaimana pun marketing itu mengincar komisi perlot dari setiap transaksi. Nah kalau yang melakukan transaksi juga marketingnya, tentu saja marketing tidak peduli profit atau tidak yang penting ada transaksi sehingga komisi jalan terus. Jadi conflict of interest. Belum lagi dari obrolan kami sepertinya pak Amir tidak mengerti resiko yang terkandung dalam investasi berjangka.
Kalau dari 100 Juta tinggal tersisa 20 Juta, kemana margin yang lain? Dari sana pun ketahuan tradingnya tidak sehat. Manajemen resiko tidak jalan. Jangan-jangan si marketing yang mengaku trader profesional tadi baru direkrut tiga bulan dan disuruh mencari nasabah lalu mentradingkan uang mereka! Masih mending trading sendiri walaupun loss kalau begitu mah. Masih ada puasnya.
Lalu apa solusi saya untuk pak Amir? Jawaban saya tetap sama seperti kepada mereka yang bertanya sebelum pak Amir, belajar sendiri! Memang susah sih memahami analisa futures itu, tapi bisa kok. Saya menghabiskan waktu 6 bulan hanya untuk sekedar mengerti platform forex trading. Belajar analisa 1 tahun. Main real account setelah 2 tahun belajar. Tapi itu investasi saya sebelum saya main uang betulan. Saya investasi waktu dan pikiran saya untuk memahami bagaimana market bergerak. Bahkan setelah belajar seperti itu pun pernah kejeblos juga kok. Saya pernah loss sampai 1000 points dalam satu kali transaksi!
Sobat, tidak ada jalan pintas untuk sukses. Anda perlu belajar dan belajar. Belajar dari kesalahan diri sendiri dan orang lain. Kalau dahulu saya menghabiskan waktu 2 tahun, itu karena tidak ada mentor sama sekali dan mulai dari nol. Dari tidak tahu sama sekali dan memperhatikan orang lain sampai membuat website BelajarForex.com. Tapi saya menikmati buahnya hari ini. Saya rasa dengan mempelajari seluruh materi pada website Belajar Forex, Anda dapat jauh lebih cepat dari saya. Dalam waktu 2 minggu rasanya sudah bisa kok memahami platform forex (tidak seperti saya yang memang agak-agak telat mikir).
Bagi Anda yang memimpikan lepas dari kuadran E & S nya Robert Kiyosaki, Saya katakan hal itu mungkin (meski saya juga bingung kalau sudah lepas dan tidak perlu bekerja lantas mau ngapain?). Tapi Anda perlu memahami bahwa kuncinya ada pada financial literacy alias melek finansial. Anda tidak bisa berinvestasi kalau Anda tidak tahu apa yang sedang Anda kerjakan. Ingat salah satu penyebab pada mulanya perdagangan berjangka hanya untuk orang-orang kaya adalah untuk menghindari para awam mengalami kerugian besar akibat tidak memahami resiko investasi ini. Dalam bahasanya Rich Dad adalah untuk menghindari mereka dari diri mereka sendiri.
Akhir Obrolan
Fiuh saya kira hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menuliskannya. Tenyata perlu beberapa jam untuk menulisnya. Ok, mari kita sarikan obrolan warung kopi kita:
1. Jangan pernah mempercayakan dana Anda dikelola oleh marketing Anda. Marketing kejar lot dan Anda kejar profit. Ini bertentangan.
2. Jangan pernah mencoba fix income pada perusahaan tanpa lembaga regulator yang mengiming-imingi fix income. Ini seperti memetik kurma diatas bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
3. Sebelum menginvestasikan uang Anda, investasikan waktu dan pikiran Anda untuk mengerti trading dengan benar. Tidak ada pengganti dari kerja keras dan belajar. Pahami profil resiko dan legalitas sebelum investasi.
4. Bisa profit di dunia berjangka itu sungguh benar dan ada. Tetaplah semangat. Kuatkan tekad Anda dan jangan menyerah!
Nah nasehat terakhir saya apabila Anda sepakat bahwa belajar adalah satu-satunya jalan terbaik untuk sukses dalam bertrading, Anda dapat mengikuti Sekolah Forex kami. Gratis kok.Kalau tidak mau ya tidak apa-apa. Tapi kalau Anda mau, klik disini.
Langganan:
Postingan (Atom)